General Article

Sikap Mental Ketika Di Laut Bisa Menyelamatkan Hidup

Bicara tentang “mental setting” pada sea survival, mengingatkan saya pada sebuah pelatihan.

Beberapa tahun lalu, Kantor Bea Cukai Belawan mengadakan pelatihan inhouse tentang Aquatic safety and Advanced Survival Swimming selama 3 hari. Diikuti oleh 30 peserta.

Dari 30 peserta terdapat 7 orang yang tidak bisa renang. Sehingga pada sesi kolam (hari ke dua), 7 orang tersebut kami pisah dan dilatih mulai dari dasar sampai bisa renang hanya dalam 1 hari. Sedangkan yang lainnya masuk materi advanced survival swimming.

Sore harinya , 5 dari 7 orang tersebut berhasil renang dan bertahan di kolam kedalaman 7 meter serta mereka semua bisa bertahan di air lebih 10 menit.

Hari ke tiga adalah sesi laut. Pada saat itu laut tidak begitu bersahabat untuk latihan, namun pelatihan tetap berjalan dengan menempatkan 5 orang lifeguard lengkap dengan masker, snorkel, fin dan rescue tube (standard rescue swimmer).

Tiap peserta diwajibkan untuk lompat dari kapal dan bertahan di laut tanpa menggunakan pelampung selama 5 menit saja. Karena air yang cukup bergelombang dan berarus, sukses membuat peserta yang jagoan renang sekalipun menciut nyalinya.

Akhirnya, dari 30 peserta, hanya 2 orang yang mampu bertahan lebih dari 5 menit di air yang bergelombang dan berarus.

Tahukah anda siapa saja 2 orang yang berhasil bertahan lebih dari 5 menit ?

Yup, Anda benar.. Mereka adalah bagian dari 7 orang yang tidak bisa renang di awal pelatihan.

Loh kok bisa ?

Lagi-lagi “mental setting”. Ke-7 orang tersebut mendapatkan penekanan pada adaptasi dengan air,  karena hanya itulah satu-satunya cara agar mereka bisa renang.

Sehingga jika berhasil mencapai target dan akhirnya bisa renang, maka cara berfikir dan mental mereka dalam beradaptasi jauh lebih kuat tertanam dibanding dengan yang sudah bisa berenang dari awal pelatihan.

Jadi, sekalipun kita bisa berenang, belum tentu bisa bertahan di laut yang bergelombang dan berarus lebih dari 5 menit tanpa pelampung.

Disinilah uniknya ilmu survival swimming dan aquatic safety. (Adhi Nugroho, expert Basic Life Support).